Announcement

Collapse
No announcement yet.

BAB VII. Dinamika Kebudayaan dan Peradaban Islam

Collapse
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • BAB VII. Dinamika Kebudayaan dan Peradaban Islam

    Anggota Kelompok :
    1. Naizatul Zainul Rofiqi
    2. Nur Kholifah
    3. Rohmania Agustin Pramana Putri
    4. Vira Ridho Hidayati

  • #2
    Di dalam video di jelaskan orang berilmu itu seperti apa...
    lalu apa perbedaan orang berilmu dengan orang beradap?
    Mana yg lebih tinggi menurut kelompok kalian?
    Terimakasih

    Comment


    • Nabillah nurul
      Nabillah nurul commented
      Editing a comment
      Izin menanggapi pertanyaannya. Menurut saya lebih penting adalah orang yang beradab walaupun tak berilmu. mengapa demikian,sejatinya Adab atau akhlaq itu lebih penting, karena didalam perspektif islam sendiri mengatakan bahwa akhlaq atau moral memiliki kedudukan yang tinggi,demikian tingginya kedudukan akhlaq dalam islam hingga rasulullah, menjadikannya sebagai barometer keimanan, rasulullah saw bersabda : اكمل المومنين" احسنهم خلقا" (orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya).

    • viraridho hidayati
      viraridho hidayati commented
      Editing a comment
      Trimakasih mbak Nabylla sudah menanggapi 😊

    • Nabillah nurul
      Nabillah nurul commented
      Editing a comment
      Sama-sama ,semoga bisa membantu

  • #3
    menurut kelompok kalian , agama itu apa ? ilmu atau budaya? dan kira kira menurut pandangan islam lebih penting ilmu atau budaya? apa alasan kelompok kalian menjawab itu kalau ditinjau dari epistomologis suatu agama?

    terimakasih

    Comment


    • Nabillah nurul
      Nabillah nurul commented
      Editing a comment
      Izin menanggapi pertanyaannya,menurut saya agama itu bukanlah suatu ilmu atau budaya.Kalau menurut saya agama adalah suatu kepercayaan atau keyakinan yang memiliki persyaratan adanya Tuhan,kitab suci,dan nabi. Kemudian untuk pertanyaan menurut pandangan islam lebih penting mana ilmu atau budaya. Menurut saya keduanya sangat penting,karena sangat berkaitan .Secara umum dapat dikatakan bahwa agama bersumber dari Allah, sedangkan budaya bersumber dari manusia. Agama adalah “karya” Allah, sedangkan budaya adalah karya manusia. Dengan demikian, agama bukan bagian dari budaya dan budaya pun bukan bagian dari agama. Ini tidak berarti bahwa keduannya terpisah sama sekali, melainkan saling berhubungan erat satu sama lain. Melalui agama, yang dibawa oleh para nabi dan rasul, Allah Sang Pencipta menyampaikan ajaran-ajaran-Nya mengenai hakekat Allah, manusia, alam semesta dan hakekat kehidupan yang harus dijalani oleh manusia. Ajaran-ajaran Allah, yang disebut agama itu, mewarnai corak budaya yang dihasilkan oleh manusia-manusia yang memeluknya.

  • #4
    di dalam vidio disebutkan kebangkitan umat islam bisa ditumbuh kembangkan dengan mempertimbangkan aspek internal dan eksternal. menurut anda diantara aspek internal dan eksternal, aspek manakah yang berpengaruh lebih besar apa alasannya ?

    terimakasih

    Comment


    • #5
      Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1 terlebih dahulu yaa..
      orang berilmu itu adalah orang yang berpengetahuan, artinya orang yang mempunyai ilmu pengetahuan lebih, sedangkan orang beradab adalah orang yang mempunyai adab atau sopan santun. Antara ilmu dan adab itu saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Adab lebih tinggi kedudukannya daripada ilmu. Seperti dalam kutipan Hadist "Al-Adabul Fauqol Ilmi, artinya: adab itu lebih tinggi derajatnys daripada ilmu. ", Untuk apa kita harus mempelajari adab terlebih dahulu? Karena menurut kelompok kami, jika orang mempunyai adab yang baik, maka orang tersebut mampu menempatkan posisinya dengan baik. Sekarang sudah banyak kita ketahui contohnya, misalkan jika ada seseorang yang berilmu akan tetapi tidak beradab, maka otomatis orang tersebut akan sombong bahkan bisa mengakibatkan kerusakan di bumi. Mereka akan semena-mena baik sesama manusia ataupun makhluk hidup lainnya termasuk merusak alam dan mengabaikan perintah dan larangan Allah SWT. sebagai penutup jawaban, saya mengutip kata-kata Syekh Abdul Qadir Al Jailani "Aku lebih menghargai oranv-orang yang beradab daripada orang yang berilmu. Kalau hanya berilmu, iblis pun lebih tinggi ilmunya daripada manusia. karena itulah iblis berilmu tanpa beradab. " untuk itu pelajari adab terlebih dahulu sebelum Ilmu.
      Kami rasa begitu, silahkan jika ada yang memberi masukan atau tanggapan lain 😀

      Comment


    • #6
      Saya akan mencoba menjawab pertanyaan ke 3 dalam membangkitkan umat islam dari segi aspek, kedua aspek sangat berpengaruh. Aspek internal berpengaruh pada kepercayaan diri yang gigih dalam membangkitkan potensi yang dimiliki berdasarkan pemahaman terhadap Al Quran dan Hadist Nabi. Sedangkan aspek eksternal jyga sangat berpengaruh, karena dengan mempertimbangkan faktor eksternal kita dapat belajar dari mereka yang non-muslim dan juga bisa belajar dari sejarah untuk membangkitkan umat islam.
      Kami rasa begitu, silahkan jika ada yang memberi masukan dan tanggapan

      Comment


      • Ni'ma Maulida Lihusnia
        Ni'ma Maulida Lihusnia commented
        Editing a comment
        makasih mbak nur

      • Nafiatus Shofiana
        Nafiatus Shofiana commented
        Editing a comment
        Saya ingin menyanggah sekaligus bertanya Dari yang sudah dipaparkan tadi, telah tejawab bahwa aspek internal dan eksternal sangat berpengaruh dalam membangkitkan umat islam. Dan dari internal sendiri pembangkitan potensi berdasarkan pemahaman Alquran dan hadist. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa saat ini marak sekali adanya hadist hadist broadcast tanpa sanad yang bertebaran di dunia maya? Padahal dengan hal tersebut, menurut saya tidak membangkitkan,tetapi malah memicu ketidak harmonisan dalam umat islam sendiri.
        Last edited by Nafiatus Shofiana; 03-26-2020, 03:17 AM.

      • Nur Kholifah
        Nur Kholifah commented
        Editing a comment
        mengapa saat ini marak sekali adanya hadist hadist broadcast tanpa sanad yang bertebaran di dunia maya? Padahal dengan hal tersebut, menurut saya tidak membangkitkan islam

        Dari pertanyaan diatas saya menarik kesimpulan bahwa banyak oknum oknum yang ingin mrnghancurkan islam, misalnya dengan hadist broadcast tanpa sanad, sebagai seorang muslim kita harus bisa mengklarifikasikan atau menyaring informasi tersebut apakah benar atau tidak, apakah sesuai atau tidak sehingga kita tidak menerima informasi langsung yang belum tentu benar.

    • #7
      Saya akan menjawab nomor 2, menurut hasil diskusi kami agama itu lebih kepada ilmu, baik ilmu dalam beribadah, bersikap, dan dalam kegiatan bermasyarakat. Nah sedangkan budaya itu lebih pada penyebaran islam. Kenapa menggunakan budaya? Karena dengan budaya itu lebih mudah diterima oleh masyarakat.

      Mungkin ada tambahan atau tanggapan

      Comment


      • #8
        Dalam H.R Ibnu Majah disebutkan bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan. Nah, bagaimana dengan anak-anak (orang) muslim yang terpaksa tidak bisa melanjutkan menuntut ilmu karena berbagai faktor diantaranya karena faktor ekonomi yang mengakibatkan seseorang tersebut tidak mempunyai biaya dan waktu yang cukup karena harus berkerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Menurut pandangan kelompok anda apakah orang tersebut berdosa dan bagaimana solusi terbaiknya? Mohon dijelaskan. Terima kasih.
        Last edited by Ninik Novita; 03-26-2020, 01:27 AM.

        Comment


        • viraridho hidayati
          viraridho hidayati commented
          Editing a comment
          Menurut kelompok kami hal berdosa atau tidak berdosa itu kita serahkan kepada sang Pencipta. Jika faktor penghalang utamanya ekonomi, sekarang itu kan sudah banyak batuan dari pemerintah ataupun instansi-instansi terkait seperti bank Indonesia, dsb. Nah kita beri tahu saja kepada anak yang menjadikan ekonomi alasan utamanya tidak melanjutkan sekolah. Kemudian untuk menjadikan menuntu ilmu itu juga tidak hanya bisa dilakukan di bangku sekolah atau kuliah saja, kita ngaji di mushola ataupun kita melakukan kegiatan di lingkungan sosial tempat kita tinggal itu juga sudah bisa kita jadikan bahan untuk menjadikan menuntut ilmu. Jadi menuntut ilmu itu tidak hanya berpatok pada kita sekolah dibangku sekolah atau kuliah saja,.

          Jika masih ada yang kurang jelas, monggo di tanyakan lagi. Ehe..
          Mohon maaf atas keterbatasan saya

      • #9
        Apa tanggapan kelompok kalian tentang orang yang berilmu tetapi tidak mengamalkannya atau orang yang mengajak orang lain pada kebaikan tetapi dia sendiri berbuat yang sebaliknya?

        Dan apa yang harus kita lakukan agar tidak pelit membagi ilmu dengan orang lain?

        lalu apa batas kebebasan manusia untuk menggunakan ilmunya?

        Comment


        • Rohmania Agustin Pramana
          Rohmania Agustin Pramana commented
          Editing a comment
          Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari mbk feni. menurut kelompok kami, tanggapan dari kelompok kami tentang orang yang tidak mengamalkan ilmunya adalah seseorang yang mempunyai ilmu tetapi tidak mengamalkan ilmunya itu bagaikan pohon yang tidak berbuah, mksudtnya adalah sama seperti orang ang mempunyai ilmu itu keilmuannya tidak bermanfaat, karena salah satu tanda manfaaynya ilmu seseorang itu adalah adanya pengamalan dari ilmunya itu. Dan yang kita lakukan agar tidak pelit ilmu dengan orang lain adalah kita harus mengetahui bahaya.nya orang pelit, apalagi pelit dalam ilmu. Bahaya dari orang yang pelit ilmu adalah kehilangan doa kebaikan dari penghuni langit dan bumi, orang yang menyembunyilan ilmunya akan terpasang kendali dari api neraka di mulut.nya, kehilangan aset berharga untuk kehidupan setelah kematian. Dan orang pelit ilmu justru membiarkan ilmunya tersebut mendekam dalam ruang sempti dan tidak mengharapkan ornag lain mengakses ilmu tersebut, sehingga ilmu yang semestinya bermanfaat untuk amal jariyah, justru akan berbalik menjadi bebannya kelak di akhirat

      • #10
        Saya mau bertanya, lebih penting mana manusia yang berilmu atau beradab?
        Mana yang benar antara orang berilmu sudah pasti beradab, atau orang yang yang beradab sudah pasti dia berilmu? Tolong diberikan juga alasannya, terimakasiiihh♡

        Comment


        • Nur Kholifah
          Nur Kholifah commented
          Editing a comment
          Saya aan mencoba menjawab
          Adab dan Ilmu kedua duanya memang penting, Nabi kita Rasulullah Muhammad SAW dalam sabdanya : "Menuntut ilmu adalah penting bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan". dan Allah SWT juga berfirman dalam Al-qur'an surat Al-Mujaadilah ayat 11 yang artinya : Allah akan meninggikan orang-orang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat".

          Jadi keutamaan manusia dari makhluk Allah lainnya terletak pada ilmunya.

          Bagaimana dengan adab (Kesopanan)?
          Rasulullah dalam sabdanya : " Sesungguhnya seorang hamba yang derajatnya paling tinggi dan yang mulia karena Akhlaknya baik dalam hal ibadah". (HR. Thabrani).

          Setelah melihat dan memahami firman Allah SWT dan Sabda Rasulullah Muhammad SAW tentu kita bisa simpulkan antara adab dan ilmu pengetahuan keduanya saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan.

          Seseorang akan menjadi orang yang beradab yang baik, apabila mampu menempatkan dirinya pada sifat kehambaan yang hakiki. Jika kita tidak beradab sedangkan kita berilmu, itu berarti ilmu kita tidak berupaya untuk mendidik kita. Dan seseorang yang beradab padahal dia tidak berilmu itu lebih baik bila dibanding orang yang berilmu tapi tidak beradab.

          Jika manusia hanya mangandalkan ilmunya, sudah banyak contoh kerusakan dimuka bumi ini akibat ilmu pengetahuan yang semakin canggih kenapa ini bisa terjadi tentu saja akibat manusia jadi sombong semena-mena baik sesama manusia maupun makhluk hidup lainnya termasuk merusak alam dan mengangkangi Perintah dan Larangan Allah SWT yang maha Pencipta.

          Mungkin ada tanggapan atau tambahan

      • #11
        Assalamu'alaikum, saya ingin bertanya. Dalam H.R.Al Turmudzi, Abu Daud dan Ibnu hibban disebutkan bahwa " barang siapa mengetahui suatu ilmu kemudian ia menyembunyikannya, maka Allah akan menjeratnya pada hari kiamat dengan tali dari api neraka". Nah bagaimana pendapat kalian mengenenai seseorang yang mengetahui suatu ilmu namun orang tersebut masih ragu untuk menyampaikan ilmunya kepada orang lain karena takut masih salah dan dikira sok tau. Apakah orang ini berdosa karena tidak menyampaikan kepada orang lain? Berikan alasannya
        terimakasih

        Comment


        • Nur Kholifah
          Nur Kholifah commented
          Editing a comment
          Saya akan menciba menjawab
          Menurut kami jika sesorang masih ragu untuk memberikan ilmu atau takut terjadi kesalahan misal karena lupa atau bagaimana lebih baik jangan disebarkan.
          Contoh jika peserta didik bertanya kepada pendidik mengenai materi A, nah pendidik tersebut masih ragu untuk menjawab, biasanya pendidik memberi jawaban dengan "untuk pertanyaan A akan saya jadikan PR dan akan saya bahas minggu depan jika sudah menemukan jawabannya"
          Dari sini kita bisa mrngambil kesimpulan jangan memberi ilmu tanpa ada ilmu(teori) yang relevan.

          Mungkin ada tambahan

        • Nabillah nurul
          Nabillah nurul commented
          Editing a comment
          Assalamu'alaikum.Izin menambahkan Izin menambahkan,Menurut pendapat saya seharusnya berilmu itu untuk menambah wawasan
          Tapi.. Dengan niat untuk diamalkan,biar tidak menjadi sia-sia. Dan ada 1 hadist yang menjelaskan Bawsannya Rasulullah menuntut ilmu itu untuk diamalkan,Beliau Rasulullah SAW bersabda "Al-Quran akan menjadi hujjah (yang akan membela) engkau atau akan menjadi bumerang yang akan menyerangmu maksud dari menjadi bumerang." Jadi kan percuma kalau berilmu bunyak,tapi tidak untuk diamalkan. Terimakasih
          (HR muslim)

      • #12
        Assalamualaikum Wr.Wb. saya ingin bertanya.
        pada zaman dinasti abbasiyah (750m) iptek berkembang sangat pesat. banyak ilmuwan muslim yang sangat gemilang dan berkontribusi besar bagi perkembangan sains dan teknologi. kemudian pemerintah sangat mendukung perkembangan iptek pada masa tersebut. sedangkan yang kita ketahui, pada zaman sekarang iptek dalam islam mengalami kemunduran. mengapa bisa demikian?

        Comment


        • #13
          izin bertanya, dijelaskan bahwa islam mengganggap ilmu pengetahuan itu sangat penting bagi manusia. disini ilmu pengetahuan sudah pasti memiliki dampak positif. nah, disamping dampak positif ini mesti ada juga dampak negatifnya, misalnyaa penemuan nuklir. yg kemudian di salah gunakan untuk mengebom atom hiroshima dan nagasaki. nah menurut kelompok anda, bagaimana menyikapi hal seperti ini ?
          trimakasih

          Comment


          • viraridho hidayati
            viraridho hidayati commented
            Editing a comment
            Nah untuk ini merupakan contoh seorang yang berilmu tetapi tidak mempunyai adab. Penemuan yang seharusnya bisa diarahkan ke positif malah disalhagunakan ke hal negatif. Untuk itu sudah dijelaskan di jawaban pertanyaan sebelumnya bahwa pentingnya adab sebelum ilmu.
            Kita pelajari dulu adab sebelum menuntut ilmu, orang beradab pasti bisa mengarahkan ilmunya kemana. Kira-kira seperti itu.
            Jika ada tambahan atau sanggahan dari teman-teman yang lain nggeh monggo, kita sharing sajaa 😊

        • #14
          Terimakasih atas jawabannya yaaa♡♡

          Comment


          • #15
            Mohon maaf untuk pertanyaanya di stop dulu ya 🙏

            Comment

            Working...
            X