Announcement

Collapse
No announcement yet.

Kelompok 7 : Dinamika kebudayaan dan peradaban islam

Collapse
X
 
  • Filter
  • Time
  • Show
Clear All
new posts

  • Kelompok 7 : Dinamika kebudayaan dan peradaban islam

    Last edited by vikymardhiansyah; 03-26-2020, 03:57 AM.

  • #2
    Menurut kelompok anda, bagaimana terhadap kebudayaan yang ada diindonesia? Khususnya kebudayaan islam, seperti bersih deso? Apakah sudah sesuai dengan Al Quran?

    Comment


    • Rendis Trisnawan
      Rendis Trisnawan commented
      Editing a comment
      Menurut kelompok kami, tradisi bersih Desa atau yang biasa disebut sedekah bumi, hakikatnya merupakan metode yang digunakan orang dahulu untuk menyatukan berbagai kelompok dari setiap perbedaan. Tradisi seperti ini merupakan cetusan para wali saat mensyiarkan agama Islam ditanah Jawa. Hal itu dibuktikan setiap tradisi yang dibuat oleh para wali tetap lestari dan tak mudah untuk ditinggalkan. Karena tradisi yang diajarkan wali semuanya baik, sebab mengandung unsur pemersatu setiap perbedaan budaya di tengah masyarakat. setiap bersih desa mengadakan berbagai macam kegiatan, di antaranya kerja bakti membersihkan desa atau pemakaman / punden keluaraga dan leluhur, slametan hasil panen. Tak ketinggalan pengajian umum selalu digelar untuk meningkatkan iman dan ketaqwaan masyarakat kepada Tuhannya. Bersih desa biasanya diadakan pada bulan Sela atau Syawal, yaitu bulan ke-11 Kalender Jawa.

  • #3
    Saya mau menanyakan.
    terkait dengan kemajuan iptek yang semakin pesat dan merupakan salah satu tantangan bagi umat islam saat ini saya mau menanyakan bagaimana pendapat kelompok kalian tentang Hukum Diskon Serta Cashback Go-pay dan dan Ovo dalam Islam. Terimakasih

    Comment


    • Tri Amalia Wahyuning Tias
      Tri Amalia Wahyuning Tias commented
      Editing a comment
      menurut saya, fitur hukum diskon dan cashback dari Go-pay dan Ovo dapat dikatakan halal(boleh) jika diskon dan cashback yang ditawarkan merupakan kebijakan dari masing-masing penyedia, sehingga tidak menyebabkan dia menjadi haram. Karena diskon disini sama halnya dengan pengurangan harga pada jual beli biasa.
      Diskon tersebut diperkenankan jika dana yang ditempatkan pengguna di dompet digital/uang digital: Digunakan oleh penerbit dengan diskon yang diberikan atas inisiatif penerbit (tanpa syarat). Serta tidak digunakan oleh penerbit uang digital. Sedangkan, jika digunakan oleh penerbit, dengan sikon yang dipersyaratkan maka menjadi riba.

    • vikymardhiansyah
      vikymardhiansyah commented
      Editing a comment
      Sebenarnya hukum cashback maupun diskon ini masih menjadi perdebatan dikalangan ulama, namun sebagian ulama ada yang membolehkan dengan syarat harga tersebut sudah tercantum dan sepakat diawalnya sehingga harga tersebut jelas adanya maka diperbolehkan sedangkan jika mereka berangkat pada ketidakjelasan harga maka itu dilarang. jika kita liat pada aplikasi grab maupun gojek setelah memilih voucher jelas tertera harganya dan pengurangan harga disitu maka dikatakan boleh, sepakat dengan pendapat yang diberikan oleh Tri Amalia. terimakasih

    • Muhammad Nashiruddin
      Muhammad Nashiruddin commented
      Editing a comment
      setahu saya kalau masalah cashback mata uang digital itu sebenernya tidak merugikan penjual, karena itu meruoakan strategi marketing yang kemudian jika aplikasi tersebut sudah banyak digunakan lama kelamaan diskonan/cashback akan dikurangi atau bakal dihilangkan. jadi hukumnya tidak haram.

  • #4
    Saya ingin bertanya.

    Rasulullah pernah bersabda yg artinya " sungguh konstantinopel akan dibebaskan, sebaik - baik amir adalah amirnya dan sebaik - baik pasukan adalah pasukan tersebut"

    Kita ketahui bahwa pemimpin yg berhasil menaklukkan konstantinopel adalah Muhammad Al Fatih, dengan pasukannya.

    Menurut kelompok kalian, setelah penaklukan tersebut, apakah kejayaan umat Islam malah mengalami kemunduran atau itu adalah awal dari kejayaan umat Islam?
    Terimakasih.

    Last edited by Novita Mulia Putri; 03-26-2020, 05:31 AM.

    Comment


    • Muhammad Nashiruddin
      Muhammad Nashiruddin commented
      Editing a comment
      saya mencoba bantu menjawab, kalau menurut saya peristiwa tersebut awal dari kebangkitan umat islam dan pada puncak kejayaannya ialah pada saat imam mahdi telah muncul dan dibaiat sebagai pemimpin umat muslim untuk melawan Dajja dan fitnah-fitnahnya.
      mohon maaf jika salah

  • #5
    Menurut kelompok anda, bagaimana agar islam bisa bangkit dibidang IPTEK untuk saat ini?

    Comment


    • vikymardhiansyah
      vikymardhiansyah commented
      Editing a comment
      Menurut kelompok kami sesuai dengan buku yang subbabnya telah kami buat ppt ialah terdapat beberapa faktor yang harus dilakukan agar Islam mampu bangkit dibidang IPTEK, terutama faktor umatnya terlebih dahulu yang harus mengurangi perdebatan yang tak perlu diperdebatkan lagi semacam fiqh furu’iyah, selain itu umat Islam harus memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

      Kemudian umat Islam harus lebih terbuka dalam hal pemikiran dan ilmu yang datang dari umat non-muslim, karena akal mereka pun yang menciptakan juga ALLAH SWT. Dalam artian kita sebagai umat Islam harus tidak antipati terhadap tradisi Barat dan non-muslim dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, sebenarnya dahulu pun pemerintah Abbasiyah yang pernah mencapai puncak kejayaan Islam dengan menggabungkan sumber al-Qur'an dengan Ilmu pengetahuan dari persia maupun yunani.

  • #6
    Menurut kelompok anda, apa hukumnya orang yang berilmu tapi ia tidak mengamalkannya pada orang lain?

    Comment


    • Reza Fallacha Ramadhan
      Reza Fallacha Ramadhan commented
      Editing a comment
      saya ingin membantu menjawab,
      Menurut saya orang yang mempunyai ilmu tapi tidak mengamalkan ilmunya ,itu suatu tindakan yang tidak terpuji

      Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa memperlajari suatu ilmu namun tidak diamalkannya, maka itu tidak menambahkan baginya kecuali kesombong(HR tirmidzi)

      dari hadist tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa jika seseorang tidak mengamalkan nya ke orang lain sama saja dia somobong pada dirinya.
      jika seseorang mempunyai ilmu itu wajib mengamalkannya ke orang lain, biar nanti akan mengalirkan pahala baik kepada dirinya.

    • Rendis Trisnawan
      Rendis Trisnawan commented
      Editing a comment
      Haram hukumnya bagi orang yang tidak mengamalkannya, "Orang yang berilmu akan ditanya tentang ilmunya, apa yang telah dia amalkan dari ilmunya tersebut". Barangsiapa yang tidak mengamalkan ilmunya maka ilmunya sia-sia dan akan menjadi penyesalan baginya. Allah berfirman :

      أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ أَفَلاَ تَعْقِلُونَ

      “ Mengapa kamu suruh orang lain mengerjakan kebaikan, sedangkan kamu melupakan kewajiban dirimu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir? “ (Al Baqarah : 44)

      يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتاً عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

      “ Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. “ (Ash Shaf 2-3)

    • Muhammad Wigar
      Muhammad Wigar commented
      Editing a comment
      Menurut saya orang berilmu wajib mengamalkan bagi dirinya sendiri dulu, karena tidak semua orang berilmu mengamalkan ilmu yang ia punya
      Jadi, tidak ada kewajiban dia mengajarkan keorg lain,namun bisa Lebih baik jika memberikan ilmu kepada orang lain juga

  • #7
    Assalamualaikum wr. wb.
    saya Yantanamas Two Robby dari kelompok 2 mau bertanya,
    Bagaimana pandangan islam mengenai manusia sebagai makhluk budaya?
    terima kasih
    Wassalamualaikum wr. wb.

    Comment


    • Novita Mulia Putri
      Novita Mulia Putri commented
      Editing a comment
      Menurut saya, manusia diciptakan Allah sebagai makhluk tertinggi dan paling beradab dibandingkan dengan ciptaan Allah yang lainnya. Manusia mempunyai tingkatan lebih tinggi lagi dalam berfikir, karena mempunyai akal fikiran yang dapat memperhitungkan tindakannya melalui proses belajar secara terus-menerus. Sedangkan budaya berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan jamak dari budhi atau akal. Sehingga manusia dikatakan sebagai makhluk berbudaya karena memiliki akal.
      Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa manusia dan budaya tidak dapat dipisahkan. Budaya merupakan perwujudan dari ide, gagasan, atau merupakan sebuah kristalisasi dari berbagai pemikiran manusia. Sehingga tingkat kebudayaan berbanding lurus dengan tingkat pemikiran dan peradaban. Karena manusia juga sebagai seorang khalifah di bumi harus menguasai segala sesuatu untuk memimpin bumi ke arah yang lebih baik. Disinilah peran budaya sebagai hasil atau perwujudan dari berbagai gagasan manusia dalam membantu tugasnya sebagai khalifah di muka bumi.

    • Rendis Trisnawan
      Rendis Trisnawan commented
      Editing a comment
      Manusia diciptakan allah sebagai makhluk tertinggi dan paling berbeda di bandingkan dengan ciptaan allah yang lainnya. Manusia mempunyai tingkatan lebih tinggi dalam berfikir, karena mempunyai akal fikiran yang dapat memperhitungkan tindakannya melalui proses belajar secara terus-menerus. Sedangkan budaya berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang artinya merupakan jamak dari budhi atau akal. Sehingga manusia dikatakan sebagai makhluk berbudaya karena memiliki akal.
      Dari penjelasan di atas jelaslah bahwa manusia sebagai makhluk yang paling sempurna bila dibanding dengan makhluk lainnya, mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mengelola bumi. Karena manusia diciptakan untuk menjadi khalifah, sebagaimana dijelaskan pada surat Al-Baqarah: 30

      “Artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”

  • #8
    Dalam PPT anda Nabi Muhammad SAW pernah bersabda hukum dalam menuntut ilmu itu wajib, bagaimana hukum tersebut berlalu kepada orang uang kurang mampu sehingga tidak bisa menuntut ilmu?

    Comment


    • Muhammad Nashiruddin
      Muhammad Nashiruddin commented
      Editing a comment
      Saya membantu menjawab, setahu saya menuntut ilmu bukan harus melalui pendidikan formal, misal pendidikan dari ortu juga termasuk dalam menuntut ilmu, kemudian kajian islam yang bisanya dilaksanakan di masjid juga termasuk salah satu di dalamnya.
      mohon maaf jika ada kekeliruan

    • FildanyMuhadzdzib
      FildanyMuhadzdzib commented
      Editing a comment
      Saya menambahi, menuntut ilmu memang wajib dan ilmu baik ilmu duniawi maupun akhirat dapat diperoleh dimana saja. bahkan nasehat - nasehat orang tua, keluarga, guru, teman jika diambil hikmahnya juga bisa dijadikan sebuah ilmu. pengalaman juga menurut saya salah satu bentuk ilmu yang sangat berharga

  • #9
    Saya mau bertanya
    Dengan kemajuan ilmu pengetahuan sekarang ini manusia berlomba-lomba membuat robot untuk menggantikan pekerjaan manusia,jadi manusia yang berilmu rendah akan tersisihkan dan sulit memperoleh pekerjaan.Bagaimana pandangan anda terhadap hal tersebut ?

    Comment


    • vikymardhiansyah
      vikymardhiansyah commented
      Editing a comment
      Menurut kami dalam pandangan positif, perkembangan IPTEK seperti ini sangat bagus untuk meningkatkan kemudahan, efisiensi waktu dan menghasilkan kuantitas besar dalam sebuah produksi. Hal tersebut berdampak pada sumber daya manusianya yang semakin sedikit digunakan, oleh karena hal tersebut kita sebagai manusia yang memiliki akal dan pemikiran seharusnya lebih termotivasi untuk berlomba-lomba meningkatkan Ilmu dan mengembangkan keahlian kita tidak di satu bidang saja agar tidak kalah bersaing terhadap kemajuan IPTEK saat ini. Namun sisi negatifnya kembali kepada orang itu sendiri, apabila ia tidak berusaha meningkatkan ilmu maupun keahliannya maka hal tersebut berdampak pada sulitnya masuk kebidang pekerjaan yang sangat mengedepankan IPTEK.
      Last edited by vikymardhiansyah; Yesterday, 04:52 AM.

  • #10
    Saya mau bertanya
    bagaimana pandangan islam mengenai manusia sebagai makhluk budaya?

    Comment


    • Rendis Trisnawan
      Rendis Trisnawan commented
      Editing a comment
      Manusia diciptakan allah sebagai makhluk tertinggi dan paling berbeda di bandingkan dengan ciptaan allah yang lainnya. Manusia mempunyai tingkatan lebih tinggi dalam berfikir, karena mempunyai akal fikiran yang dapat memperhitungkan tindakannya melalui proses belajar secara terus-menerus. Sedangkan budaya berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang artinya merupakan jamak dari budhi atau akal. Sehingga manusia dikatakan sebagai makhluk berbudaya karena memiliki akal.
      Dari penjelasan di atas jelaslah bahwa manusia sebagai makhluk yang paling sempurna bila dibanding dengan makhluk lainnya, mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk mengelola bumi. Karena manusia diciptakan untuk menjadi khalifah, sebagaimana dijelaskan pada surat Al-Baqarah: 30

      “Artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”

  • #11
    Menurut saya ilmu menempati kedudukan yang sangat penting dalam ajaran islam , hal ini terlihat dari banyaknya ayat AL qur’an yang memandang orang berilmu dalam posisi yang tinggi dan mulya disamping hadis-hadis nabi yang banyak memberi dorongan bagi umatnya untuk terus menuntut ilmu.

    Comment

    Working...
    X